Teman

Kamis, 19 April 2012

Maaf, Kuharus melupakanmu

Sakit ketika terus mengingatmu. sakit ketika kau tak juga menganggapku. sakit ketika kau coba mempermainkanku. sakit ketika kau berpaling dariku. semua itu, sakit itu, luka yang menganga, dalam, dan pilu, tak lagi kurasakan setelah aku coba untuk menghilangkan bayang-bayangmu. dulu, kau anggap diriku sebuah mainan kelam dan kelabu. dulu, kau hanya inginkanku disaat kau butuh sesuatu. dulu, kau jerat aku dengan paras dan tampangmu. dan dulu, kau berbisik lirih padaku, “sebenarnya aku juga ada rasa ke kamu“. tapi sekarang, hujan tak lagi turun. awan tak lagi gelap dan berselimut badai nan guntur. matahari memancarkan kehangatan, muncul dari balik awan yang berselimut. pelangi yang terlukis jelas diatas angkasa, membuat suasana kembali berwarna. saatnya ku katakan, “maaf, ku lupakanmu…“. dengan begitu, semuanya tak lagi kamu. dengan begitu, pikiranku tak selalu ada kamu. dengan begitu, setiap jalan dan jerih payahku itu bukan karena kamu. dan dengan begitu, aku sadar akan sesuatu, “hati itu, tak bisa berbohong padaku…“. selamat tinggal masa laluku. selamat jalan kenangan kelamku bersamamu. terima kasih kau buat aku semakin kuat dan tegar selalu. menerima kenyataan itu